Minggu, 13 Januari 2013

PESTA SIAGA KWARCAB. BOYOLALI TAHUN 2012 DI PENGGING

                           Ayahanda & Bunda SDN 2 Bangsalan, Teras berfoto bersama
                                                   usai Pesta siaga Kwarcab. Boyolali

TERAS (ESPOS) ----- SDN 2 Bangsalan, Teras mengikuti Pesta Siaga se Kabupaten Boyolali di Pengging awal desember tahun 2012. Pada kesempatan itu Kamabigus SDN 2 Bangsalan yang juga kepala sekolah Jacob Kismanto, S.Pd.I mengatakan " saya harap anak-anak semangat dalam perlombaan di warung-warung yang telah disediakan panitia, dan bisa mendapatkan juara meskipun persiapan kami mendadak kami berharap anak-anak bisa menang" ungkapnya kepada wartawan dilokasi. Kegiatan yang dibuka langsung oleh ibu wakil Bupati Boyolali itu tampak meriah setelah dibuka dengan menabuh Gong, hujan buatanpun mengguyur deras dilokasi upacara sehingga peserta banyak yang kebasahan, salah satu peserta dari SDN 2 bangsalan  mengatakan " saya mencoba lari dari hujan buatan itu tapi air sudah keburu diguyurkan oleh panitia, tapi acaranya seru dan malah tambah ramai meskipun saya kebasahan" ungkapnya.

Pada kesempatan terpisah Wakil Bupati Boyolali Agus Purmanto, SH. M.Si yang mendampingi istri mengatakan " saya kira acara Pesta siaga seperti ini sangat mendidik sekali terhadap anak-anak dan menambah wawasan anak-anak agar mengetahui apa saja ikon Kabupaten Boyolali dan acara seperti ini ke depan agar ditingkatkan kembali, tadi saya melihat sewaktu anak-anak disuruh menyusun dalam permainan besar dan membuat tulisan SUSU SAPI DARI BOYOLALI itu sangat menarik sekali dan saya bangga anak-anak bisa menyusun nya dengan baik meskipun mereka tidak saling mengenal, kedepan Pemerintah kabupaten Boyolali akan menfasilitasi kegiatan seperti ini" ujarnya kepada wartawan dilokasi. Meskipun kegiatan tersebut diwarnai pengusiran terhadap wartawan, hal itu dikarenakan miss komunikasi saja ujar ketua panitia dan hal itu sudah diselesaikan setelah kami memberikan penjelasan kepada wartawan"ujar ketua Panitia, dan kami mohon maaf apabila rekan rekan wartawan ada yang tersinggung, karena adik adik bantara itu hanya menjalankan tugas dari panitia. (Sani)

Senin, 07 Januari 2013

SDN 2 Nepen Juara POPDA Renang tahun 2012


KAMIS PON, 15 MARET 2012                BOYOLALI          SOLOPOS        VII


 
SDN 2 NEPEN RAIH 3 EMAS
DALAM POPDA KABUPATEN BOYOLALI


Description: D:\JUARA I RENANG POPDA KAB. BOYOLALI\DSC06768.JPG

(ESPOS)------Alfian Ramadhan(tengah) mengangkat kedua tanganya sebagai tanda kemenanganya didampingi Official Kontingen Kecamatan Teras setelah berhasil menyumbangkan 3 medali emas, pada cabang olahraga renang POPDA tingkat Kabupaten Boyolali di kolam renang Tlatar, Rabu (14/3/2012) pagi.
TERAS (ESPOS)----SD Negeri 2 Nepen memborong 3 medali emas pada Cabang Olahraga renang 50 meter gaya bebas putra, 100 meter gaya bebas putra serta 200 meter gaya ganti perorangan putra yang disumbangkan oleh Alfian ramadhan (10). Siswa kelas V SD Negeri 2 Nepen tersebut berhak mewakili Kabupaten Boyolali ke tingkat Provinsi Jawa Tengah. POPDA Kabupaten Boyolali diikuti oleh pelajar tingkat, SD, SMP, dan SMA se-Kabupaten Boyolali yang sudah lolos seleksi pada tingkat Kecamatan masing-masing.
     Juara pertama pada POPDA Kabupaten Boyolali diraih oleh kontingen Kecamatan Boyolali Kota, juara kedua diraih oleh Kontingen Kecamatan Musuk, dan juara ketiga diraih oleh kontingen Kecamatan Teras. Ketua kontingen Kecamatan Teras, Drs. Wayan Sudha mengatakan “Kecamatan Teras mendapatkan 4 medali emas, 3 disumbangkan oleh cabang olahraga Renang, 1 disumbangkan oleh cabang olahraga Bridge. 4 medali perak dan 4 medali perunggu juga disumbangkan oleh cabang olahraga renang, serta 2 medali perunggu dari catur.
     POPDA Kabupaten Boyolali 2012 ini lebih baik dari tahun sebelumnya yang diraih oleh kontingen Kecamatan Teras. Karena tahun 2011 yang lalu kontingen Teras hanya mampu meraih 1 emas pada cabang olahraga renang, akan tetapi POPDA tahun 2012 ini kontingen Teras mampu menyumbangkan 3 medali emas dari cabang olahraga renang, sehingga berhak mewakili Kabupaten Boyolali ketingkat Provinsi Jawa Tengah”ungkapnya. Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Sekolah SD Negeri 2 Nepen Drs. Suripto ketika ditemui Espos dilokasi.
     “Saya merasa bangga dengan pencapaian anak didik kami yang bisa menyumbangkan 3 medali emas pada cabang olahraga renang dalam POPDA tahun 2012 ini, sehingga bisa melaju ke tingkat Provinsi Jawa Tengah. Saya berharap agar latihanya ditingkatkan lagi sehingga diharapkan mampu meraih medali emas pada tingkat Provinsi Jawa Tengah nanti yang tidak akan lama lagi akan digelar di Semarang.” tuturnya.      Sani
      




Lampiran Karya Tulis Juara POPDA Kab. Boyolali 2012

 Kontingen POPDA Teras berfoto bersama usai memenangi POPDA Renang Kab. Boyolali 




Karya Tulis Eksani, S.Pd.I


“ UMBUL LANGSE LEBAK, NEPEN, TERAS, BOYOLALI
 TUNJANG PRESTASI RENANG SD NEGERI 2 NEPEN ”













 











KARYA ILMIAH
Oleh : Eksani, S.Pd.I

Diajukan untuk syarat :
Seleksi Kepala Sekolah Berprestasi Tingkat
Kabupaten Boyolali Tahun 2012

DINAS PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAHRAGA
KABUPATEN BOYOLALI




 
KATA PENGANTAR
Segala puji bagi Allah, yang telah memberikan segala kenikmatanya sehingga penulis mampu menyelesaikan sebuah karya tulis ilmiah ini. Meskipun masih banyak terjadi kekurangan baik dari segi bahasa, referensi maupun catatan kaki akan tetapi penulis selalu ingin belajar. Dengan sebuah karya tulis Ilmiah ini setidaknya penulis dapat menyumbangkan sedikit pemikiran terhadap dunia pendidikan khususnya terhadap SD Negeri 2 Nepen, Teras, Boyolali serta pembaca pada umumnya. Maka dari itu penulis ingin mengucapkan terima kasih pada semua pihak yang telah membantu menyelesaikan sebuah karya tulis ilmiah ini. Meskipun hanya data-data dan dokumen yang diberikan kepada penulis hal itu sangat membantu sekali cepat dan lambatnya sebuah karya tulis ilmiah ini penulis selesaikan. Akhir kata, semoga karya tulis ilmiah ini bisa memberikan manfaat bagi setiap orang yang ingin mengetahui seberapa besar pengaruh sebuah Umbul Langse terhadap prestasi renang di SD Negeri 2 Nepen, Teras, Boyolali. Dan sekali lagi terimaksih kepada semua pihak yang telah memberikan sumbang saran untuk terselesainya sebuah karya tulis ilmiah ini.




                                                                                                            Penulis









PENDAHULUAN
Mendapatkan pendidikan yang layak bagi setiap anak indonesia merupakan amanat Undang-undang Dasar 1945. Oleh karena itu Pemerintah harus melaksanakanya dengan baik agar tidak melanggarnya. Akan tetapi sekolah di era globaliosasi seperti sekarang ini sangat ketat persainganya, untuk itu setiap sekolah menggunakan unggulanya masing-masing agar bisa menarik para peserta didik baru. Selain unggulan sekolah, Kepala Sekolah dan para Guru harus menanamkan Pendidikan karakter kepada anak, terlebih di zaman yang serba modern dan serba IT ( informasi teknologi ) seperti saat ini. Setiap sekolah berlomba-lomba mendapatkan peserta didik yang berkualitas, agar dapat bersaing dengan sekolah-sekolah lain.  
Maka dari itu setiap Sekolah berlomba-lomba menampilkan yang terbaik didepan peserta didik baru, salah satunya adalah apa yang menjadi unggulan sekolah tersebut. Sehingga setiap calon peserta didik baru akan tertarik dan memilih sekolahan tersebut karena sesuai dengan apa yang dia inginkan dan favorit. Begitu juga dengan SD Negeri 2 Nepen, Teras, Boyolali yang letaknya tidak jauh dari sebuah Umbul Langse yang terkenal dengan tempat pemandianya. Oleh karena itu Unggulan SD Negeri 2 Nepen yang ditawarkan kepada peserta didik baru selain akademik yang bagus diantaranya adalah sebagai juara POPDA renang tiap tahun. Hal itu karena SD Negeri 2 Nepen terletak dekat dengan Umbul Langse tersebut. Sehingga dengan pembinaan dan latihan yang baik diumbul Langse itu siswa-siswi SD Negeri 2 Nepen mampu menorehkan prestasi hingga ketingkat Provinsi di Semarang belum lama ini. Menurut masyarakat sekitar Umbul Langse tersebut setiap harinya banyak digunakan anak-anak untuk berlatih berenang.
Keberadaan Umbul Langse yang berada persis di depan Balai Desa Nepen itu sangat menunjang sekali bagi siswa untuk belajar renang. Apalagi setiap orang yang masuk tidak dikenakan biaya alias gratis sama sekali, karena memang pengelolaan Umbul Langse tersebut belum maksimal. Umbul langse juga berperan sangat besar bagi masyarakat sekitar, terlebih air dari umbul Langse tersebut mengalir kebeberapa daerah diantaranya Desa Kopen, silem, bahkan sampai ke daerah Sawit. Dengan adanya umbul Langse tersebut dapat dimanfaatkan oleh SD Negeri 2 Nepen untuku membina siswa-siswinya pada cabang olahraga renang, sehingga dapat menunjang prestasi renang hingga tingkat Provinsi. Kegiatan renang inilah yang menjadi unggulan SD Negeri 2 Nepen agar bisa bersaing dengan Sekolahan yang lain, dan hal itu sudah terbukti dengan banyaknya penghargaan yang diberikan kepada SD Negeri 2 Nepen dalam bidang olahraga renang.
BAB I
LATAR BELAKANG, RUMUSAN PENELITIAN, KERANGKA BERFIKIR
TUJUAN DAN MANFAAT

A.      LATAR BELAKANG
Kabupaten Boyolali mempunyai banyak tempat wisata, salah satunya adalah mata air Umbul Langse yang ada di Lebak, Nepen, Teras, Boyolali. Umbul Langse tersebut menjadi sumber penghidupan bagi masyarakat sekitar, karena dari umbul tersebut dapat mengairi banyak sawah yang ada disekitarnya. Aliran air tersebut diantaranya dapat mengairi sawah di daerah Silem, Kadireso, Bambangan, dan Kopen, selain juga mengairi daerah Nepen sendiri. Pada tahun 2006 silam setelah terjadi gempa Jogja dan Jawa Tengah umbul langse mengalami kekeringan. Menurut para ahli Geologi dari berbagai perguruan tinggi di Surakarta dan Jogjakarta, bahwa patahan gempa Jogja dan Jawa Tengah yang terjadi saat itu menimbulkan penyumbatan terhadap mata air Umbul Langse tersebut. Akibatnya aliran mata air itu tidak dapat sampai ke umbul langse dan terjadilah kekeringan. Ditambah lagi pihak swasta juga terus menerus megambil air dari umbul tersebut untuk diperjual belikan ke daerah lain. Maka sedikit demi sedikit air di umbul tersebut berkurang dan hingga mengering selama beberapa tahun.
Pada tahun 2010 yang lalu bertepatan dengan meletusnya gunung merapi, perlahan dan sedikit demi sedikit mata air di Umbul Langse tersebut mulai mengeluarkan air. Menurut para ahli geologi bahwa lahar dingin gunung merapi itu mengalir hingga sampai ke daerah Nepen, bahkan hingga Surakarta. Aliran lahar dingin tersebut juga membuat penyumbatan yang terjadi karena gempa Jogja dan Jawa Tengah 2006 yang lalu bisa mengalir kembali seperti sediakala bahkan lebih deras lagi aliranya. Sehingga mengakibatkan Umbul Langse terisi kembali airnya seperti sediakala. Umbul Langse yang letak geografis daerahnya berdekatan dengan SD Negeri 2 Nepen ini membuat siswa-siswi selalu melakukan aktifitas kegiatan olahraga disekitar Umbul Langse tersebut salah satunya adalah kegiatan renang. Jarak antara SD Negrei 2 nepen dengan lokasi umbul tersebut sekitar 200 M, maka dari itu salah satu cabang olahraga renang dipusatkan di umbul Langse tersebut. Maka tidak heran salah satu cabang olahraga unggulan yang dimiliki oleh SD Negeri 2 Nepen adalah Renang.

Siswa-siswi SD Negeri 2 Nepen ini juga sangat menyukai salah satu cabang olahraga renang ini. Apalagi setiap tahunya cabang olahraga renang ini di perlombakan pada ajang POPDA, baik POPDA Kecamatan, POPDA Kabupaten maupun POPDA Povinsi. Pada bulan Maret tahun 2012 ini siswa SD Negeri 2 Nepen juga berhasil memborong 3 medali emas pada cabang olahraga renang POPDA Kabupaten Boyolali di Tlatar. Dengan capaian tersebut pada bulan April 2012 yang lalu siswa SD Negeri 2 Nepen mewakili Kabupaten Boyolali untuk mengikuti POPDA Provinsi yang diadakan di GOR Jati Diri Semarang. Meskipun belum memperoleh hasil yang maksimal pada ajang POPDA Provinsi, setidaknya siswa dan para official POPDA Provinsi dari SD Negeri 2 Nepen memperoleh pengalaman yang sangat berharga, agar pada POPDA Provinsi yang akan datang dapat mempersiapkan siswa-siswi SD Negeri 2 Nepen lebih baik lagi.
B.  RUMUSAN PENELITIAN

1.      Bagaimana sejarah terjadinya Umbul Langse?
2.      Bagaimana tanggapan masyarakat terhadap Umbul Langse?
3.      Bagaimana fungsi Umbul Langse bagi masyarakat sekitar?
4.      Apa pengaruhnya Umbul Langse terhadap prestasi siswa SD Negeri 2 Nepen pada cabang olahraga renang?
5.      Bagamana cara SD Negeri 2 Nepen mempertahankan olahraga renang sebagai unggulan Sekolah?

C.  KERANGKA BERFIKIR
Dalam mengkaji masalah penelitian ini, peneliti menggunakan pendekatan pragmatik dalam penelitiannya. Pendekatan pragmatik merupakan pendekatan yang mempertimbangkan implikasi pembaca melalui berbagai kompetensinya. Melalui pendekatan ini peneliti akan menggali mengenai asal-usul umbul Langse, serta sejauhmana Umbul Langse menunjang prestasi renang SD Negeri 2 Nepen. Dengan adanya umbul Langse maka peneliti juga menggali mengenai tanggapan masyarakat tentang umbul Langse tersebut. Adanya sebuah tempat atau benda yang menarik pengunjung termasuk umbul Langse yang mempunyai daya tarik tersendiri, apalagi umbul Langse tersebut sempat kering dalam beberapa tahun sejak tahun 2006 hingga 2010. Pastinya benda atau tempat di sekitar umbul Langse tersebut memiliki fungsi-fungsi bagi masyarakat sekitar yang mana fungsi ini akan peneliti ungkapkan dalam penelitiannya.

D.  TUJUAN DAN MANFAAT
1.    Tujuan Penelitian
a.    Mengetahui sejarah terjadinya Umbul Langse
b.    Mengetahui berbagai tanggapan masyarakat terhadap Umbul Langse
c.    Mengetahui fungsi Umbul Langse bagi masyarakat sekitar
d.   Apa pengaruhnya Umbul Langse terhadap prestasi siswa SD Negeri 2 Nepen pada cabang olahraga renang?
e.    Bagamana cara SD Negeri 2 Nepen mempertahankan olahraga renang sebagai unggulan Sekolah?
2.    Manfaat Penelitian
a.    Menambah wawasan tentang penelitian folklore atau cerita rakyat tentang suatu tempat
b.    Menambah wawasan tentang keberadaan Umbul Langse di Lebak, Nepen, Teras, Boyolali
c.    Menambah motivasi Kepala Sekolah dan para Guru untuk lebih meningkatkan prestasi siswa-siswi SD Negeri 2 Nepen
d.   Sebagai sumbangsih pemikiran terhadap dunia pendidikan, khususnya untuk SD Negeri 2 Nepen, Teras, Boyolali dan Indonesia pada umumnya.
Karya tulis ini disusun berdasarkan fakta dilapangan bahwasanya Umbul Langse mempunyai  dampak positif bagi SD Negeri 2 Nepen. Cabang olahraga unggulan yang dimiliki oleh SD Negeri 2 Nepen adalah Renang. Maka berbagai macam usaha dan cara dilakukan oleh Kepala Sekolah maupun Guru untuk menjadikan siswa-siswi SD Negeri 2 Nepen ini berprestasi baik tingkat Kecamatan, Kabupaten maupun tingkat Provinsi. Adanya pembinaan renang yang berkelanjutan ini bertujuan agar siswa-siswi SD Negeri 2 Nepen mampu berkontribusi dalam berbagai macam perlombaan, baik  tingkat Kecamatan, Kabupaten maupun Provinsi, Siswa dituntut untuk lebih disiplin dan menjaga kesehatan, tentu salah satunya adalah dengan olahraga renang. Dengan renang menjadikan siswa-siswi mampu bersaing secara sportif dengan siswa-siswi dari Sekolahan yang lain.
Pada dasarnya kegiatan olahraga terutama renang sangat banyak sekali manfaatnya bagi pelakunya. Salah satu manfaat dari olahraga renang adalah menjadikan tubuh kita lebih sehat dan atletis, Selain tujuan yang ingin dicapai oleh SD Negeri 2 Nepen, tidak kalah pentingnya memupuk jiwa kebersamaan dalam olahraga ini dan juga menjadikan siswa-siswi agar lebih unggul dalam berprestasi dan juga santun dalam budi pekertinya. Dengan tujuan dan manfaat tersebut cukup rasional juga jika SD Negeri 2 Nepen mempunyai Visi yaitu “ Unggul dalam Prestasi, Santun dalam Budi Pekerti ”
BAB II
LANDASAN TEORI
E.  LANDASAN TEORI

Suatu landasan teori dari suatu penelitian tertentu atau karya ilmiah sering juga disebut sebagai studi literatur atau tinjauan pustaka. Salah satu contoh karya tulis yang penting adalah tulisan itu berdasarkan riset. Melalui penelitian atau kajian teori diperoleh kesimpulan-kesimpulan atau pendapat-pendapat para ahli, kemudian dirumuskan pada pendapat baru. Penulis harus belajar dan melatih dirinya untuk mengatasi masalah-masalah yang sulit, bagaimana mengekspresikan semua bahan dari bermacam-macam sumber menjadi suatu karya tulis yang memiliki bobot ilmiah.
Dengan menyadari hal ini, maka sepatutnya sebagai  para penulis tanpa terkecuali dan khususnya Kepala Sekolah atau para guru harus mempersiapkan sedini mungkin untuk mengantisipasi kendala-kendala yang mungkin dihadapi. Membangun kesadaran lebih awal merupakan jalan menuju pembangunan bersama yaitu dari lembaga ( dunia pendidikan ) menuju cita-cita yang diinginkan.
Yang dibahas pada bagian ini adalah teori-teori tentang ilm-ilmu yang diteliti. Penyajian teori dalam landasan teori dianggap tidak terlalu sulit karena bersumber dari bacaan-bacaan. Akibatnya terjadilah penyajian materi yang tidak proporsional, yaitu mengambil banyak teori walaupun tidak mendasari bidang yang diteliti. Jadi seharusnya teori yang dikemukakan harus benar-benar menjadi dasar bidang yang diteiti. Selain itu, pada bagian ini juga dibahas temuan-temuan penelitian sebelumnya yang terkait langsung dengan penelitian. Teori yang ditulis orang lain atau temuan penelitian orang lain yang dikutip harus disebut sumbernya untuk menghindari tuduhan sebagai pencuri karya orang lain atau plagiat tanpa menyebut sumbernya. Etika ilmiah tidak membenarkan seseorang melakukan pencurian karya orang lain.
1.    Hakikat Folklor ( Cerita rakyat )
Secara etimologis kata folklor berasal dari bahasa Inggris folklore, kata dasarnya folk dan lore (Danandjaja, 1984:1). Folk menurut Alan Dundes adalah sekelompok orang yang memiliki ciri-ciri pengenal fisik, sosial, dan kebudayaan sehingga dapat dibedakan dari kelompok-kelompok lainnya. Ciri-ciri pengenal itu, antara lain, dapat berwujud warna kulit yang sama, mata yang sama, bahasa yang sama, bentuk rambut yang sama, dll.

Danandjaja menyimpulkan bahwa folk adalah sinonim dengan kolektif yang juga memilik ciri-ciri pengenal fisik atau kebudayaan yang sama, serta mempunyai kesadaran kepribadian sebagai kesatuan masyarakat, dan yang dimaksud lor adalah tradisi folk, yaitu sebagian kebudayaannya yang diwariskan secara turun-temurun secara lisan atau melalui suatu contoh yang disertai dengan gerak isyarat atau pembantu pengingat.Folklor menurut Dananjaja, tidak lain adalah sebagian kebudayaan suatu kolektof yang tersebar dan diwariskan secara turun-temurun, di antara kolektif macam apa saja, secara tradisoanal dalam versi yang berbeda, baik dalam bentuk lisan maupun contoh yang disertai dengan gerak isyarat atau alat pembantu pengingat (Danandjaja, 1984:2).

2.    Berenang
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas, Berenang adalah gerakan sewaktu bergerak di air. Berenang biasanya dilakukan tanpa perlengkapan buatan. Kegiatan ini dapat dimanfaatkan untuk rekreasi dan olahraga. Berenang dipakai sewaktu bergerak dari satu tempat ke tempat lainnya di air, mencari ikan, mandi, atau melakukan olahraga air. Berenang untuk keperluan rekreasi dan kompetisi dilakukan di kolam renang. Manusia juga berenang di sungai, danau, dan laut sebagai bentuk rekreasi. Olahraga renang membuat tubuh sehat karena hampir semua otot tubuh dipakai sewaktu berenang.
a.     Sejarah renang
Manusia sudah dapat berenang sejak zaman prasejarah, bukti tertua mengenai berenang adalah lukisan-lukisan tentang perenang dari Zaman Batu telah ditemukan di "gua perenang" yang berdekatan dengan Wadi Sora di Gilf Kebir, Mesir barat daya. Catatan tertua mengenai berenang berasal dari 2000 SM. Beberapa di antara dokumen tertua yang menyebut tentang berenang adalah Epos Gilgamesh, Iliad, Odyssey, dan Alkitab (Kitab Yehezkiel 47:5, Kisah Para Rasul 27:42, Kitab Yesaya 25:11), serta Beowulf dan hikayat-hikayat lain. Pada 1538, Nikolaus Wynmann seorang profesor bahasa dari Jerman menulis buku mengenai renang yang pertama, Perenang atau Dialog mengenai Seni Berenang (Der Schwimmer oder ein Zwiegespräch über die Schwimmkunst).



Perlombaan renang di Eropa dimulai sekitar tahun 1800 setelah dibangunnya kolam-kolam renang. Saat itu, sebagian besar peserta berenang dengan gaya dada. Pada 1873, John Arthur Trudgen memperkenalkan gaya rangkak depan atau disebut gaya trudgen dalam perlombaan renang di dunia Barat. Trudgen menirunya dari teknik renang gaya bebas suku Indian di Amerika Selatan. Renang merupakan salah satu cabang olahraga dalam Olimpiade Athena 1896. Pada tahun 1900, gaya punggung dimasukkan sebagai nomor baru renang Olimpiade. Persatuan renang dunia, Federation Internationale de Natation (FINA) dibentuk pada 1908. Gaya kupu-kupu yang pada awalnya merupakan salah satu variasi gaya dada diterima sebagai suatu gaya tersendiri pada tahun 1952.
b.        Gaya renang
1.      Gaya bebas                                                      2. Gaya dada
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/c/cb/Freestyle_swimming2.gif/200px-Freestyle_swimming2.gif                                http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/8/89/Breaststroke3.gif/200px-Breaststroke3.gif
                                               
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/a/ae/Backstroke.gif/200px-Backstroke.gif                                http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/6/69/Butterfly_stroke3.gif/200px-Butterfly_stroke3.gif        

         3. Gaya punggung                                              4.  Gaya kupu-kupu









BAB III
METODE PENELITIAN

A.    Lokasi penelitian dan Waktu Penelitian
Penelitian ini di lakukan di Umbul Langse yang terletak di Lebak, Nepen, Teras, Boyolali. Waktu penelitian dilakukan selama 3 bulan, dimulai tanggal 1 Februari sampai 30 April 2012

B.     Pendekatan dan Strategi penelitian
Penelitian ini menggunakan pendekatan Pragmatis yaitu pendekatan yang mempertimbangkan implikasi pembaca melalui berbagai kompetensinya. Dengan mempertimbangkan indikator karya sastra dan pembaca, maka masalah yang dapat dipecahkan diantaranya berbagai tanggapan masyarakat terhadap sebuah karya sastra, baik sebagai pembaca eksplisit maupun implicit, baik dalam kerangka sinkronis maupun diakronis).

C.    Objek Penelitian dan Subjek Penelitian
Objek penelitian merupakan sasaran yang akan diteliti, yang tidak terlepas dari masalah penelitian. Dalam penelitian “ Umbul Langse Lebak, Nepen, Teras, Boyolali Tunjang prestasi renang SD Negeri 2 Nepen ” Analisis Pragmatis, maka objek penelitiannya adalah cerita asal usul dari Umbul Langse serta siswa-siswi SD Negeri 2 Nepen yang berprestasi dalam cabang olahraga renang. Sedangkan Subjek dalam penelitian ini adalah tanggapan masyarakat terhadap Umbul Langse, pengaruhnya terhadap prestasi renang SD Negeri 2 Nepen yang menjadi sasaran penelitian ini.

D.    Data dan Sumber Data
Data adalah semua informasi atau bahan yang harus dicari dan dikumpulkan oleh peneliti sesuai dengan masalah penelitian. Penelitian ini menggunakan sumber data sekunder yaitu data yang diperoleh dari hasil penelitian atau telaah yang dilakukan oleh orang lain. Dalam penelitian ini data dan sumber data yang peneliti peroleh dari pengumpulan dokumen-dokumen yang bersangkutan dengan penelitian folklore serta umbul Langse, selain pengumpulan dokumen, peneliti juga meninjau peristiwa atau tempat penelitian. Peneliti dalam memperoleh informasi lebih lanjut maka peneliti mengambil beberapa narasumber yang akan dimintai informasinya mengenai umbul Langse.
E.     Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah analisis dokumen, observasi, dan wawancara.
F.     Teknik Validasi Data
Teknik validasi data dilakukan dengan menggunakan teknik triagulasi data. Teknik triagulasi data yakni teknik validitas data dengan memanfaatkan sarana di luar data itu untuk keperluan melakukan pengecekan atau pembanding terhadap data tersebut. Teknik Validasi data meliputi empat macam aspek yaitu :
1.      Triangulasi data
 Data yang diperoleh dicek ulang pada sumber data lain.
2.      Triangulasi peneliti
    Dilakukan dengan membandingkan hasil penelitian kita dengan hasil penelitian orang lain.
3.      Triangulasi metode
 Metode/ teknik pengumpulan data tertentu dikontrol dengan data serupa yang diperoleh dengan      metode/ teknik yang lain.
4.      Triangulasi teori
 Dilakukan dengan menerapkan teori satu dan dikontrol melalui teori lain dalam analisis data.

G.    Teknik Analisis Data
Teknik analisis data menggunakan metode interaktif. Metode interaktif meliputi reduksi data, sajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi data. Reduksi data dilakukan untuk menangkap makna dan fungsi yang menonjol dari segi tertentu yang menonjol. Sedangkan sajian data merupakan proses mengorganisasikan informasi yang ditemukan yang memungkinkan penarikan kesimpulan. Dan penarikan kesimpulan didasarkan atas pengorganisasian informasi yang diperoleh dalam analisis data. 







BAB IV
HASIL DAN KESIMPULAN

1.    Asal usul terjadinya Umbul Langse
Ada sebuah cerita yang beredar di masyarakat sekitar umbul Langse, bahwa sejak zaman dahulu kala daerah umbul Langse ini airnya banyak dihuni oleh ikan yang biasa hidupnya di air laut. Seperti ikan teri, “ gereh ” dan lain sebagainya. Padahal air umbul langse itu tawar, jadi masyarakat sekitar banyak yang heran dengan kejadian tersebut. Setelah rapat atau rembug desa dengan para tokoh masyarakat dan warga sekitar diperoleh kesimpulan bahwa masyarakat sekitar Umbul Langse harus mengadakan ruwatan massal atau salah satunya dengan mengadakan pementasan wayang kulit semalam suntuk dan pembacaan do’a-do’a agar air yang ada di umbul Langse tersebut tidak berubah menjadi lautan. Menurut warga sekitar bahwa air yang ada di Umbul Langse tersebut rasanya sudah asin dan dalam umbul tersebut sudah banyak ikan yang merupakan ikan air laut, salah satunya adalah ikan “gereh” kata orang jawa.
Dengan adanya rembug desa tersebut, masyarakat berbondong-bondong untuk gotong royong mempersiapkan apa yang diperlukan untuk ruwatan massal pementasan wayang kulit semalam suntuk. Menurut cerita dari masyarakat, tidak hanya karena ada ikan asin dan airnya asin. Bahkan ada dua pohon besar yang berada disekitar Umbul Langse tersebut yang tidak boleh ditebang. Dan pohon itu merupakan pohon langse menurut masyarakat sekitar atau kalau masyarakat umum menyebutnya dengan pohon beringin. Singkat cerita mulailah pementasan wayang kulit itu semalam suntuk, sebelum acara itu dimulai sore harinya masyarakat sekitar melakukan larung saji di Umbul Langse tersebut agar dalam ruwatan nanti tidak menimbulkan celaka dan agar keberadaan Umbul Langse tersebut dapat bermanfaat bagi masyarakat sekitar. Karena menurut cerita mistis yang lain dan beredar di masyarakat sekitar bahwa Umbul Langse itu ada penunggu Ghaibnya atau bahasa jawanya “ sing mbaurekso “ jadi Larung saji yang diberikan harus yang komplit berupa ayam hitam dan lain sebagainya.
Setelah diadakan pementasan wayang kulit semalam suntuk yang diadakan di dekat Umbul Langse itu pada keesokan harinya air pada umbul tersebut sudah tidak asin lagi dan ikan yang sebelumnya banyak dihuni oleh ikan air laut hari itu juga sudah hilang dan penggantinya adalah ikan air tawar seperti ikan nila, wader, dan ikan mas. Masyarakat sekitar juga berbondong-bondong lagi melihat kejadian itu, benar saja masyarakat langsung mengucapkan syukur dan berterima kasih kepada sang pencipta.
2.    Tanggapan masyarakat sekitar tentang Umbul Langse
Ketika penulis mewawancarai seorang Nenek yaitu Supini (70) yang berada di sebelah timur umbul Langse itu tepatnya di Dukuh Silem, menuturkan bahwa sejak ia kecil sudah diceritakan legenda asal usul umbul Langse itu dari orang tuanya, dan cerita inipun turun temurun kepada anak dan cucu mereka hingga sekarang ini. Apa yang diceritakan adalah asal usul terjadinya umbul Langse. Menurut mantan Kepala Desa Nepen, Amin Arief Nugroho, Bsc. (58) “ Umbul langse itu memang dulunya mau jadi laut, karena sudah banyak tanda-tandanya diantaranya adanya ikan-ikan laut yang hidup disana dan airnya juga terasa asin. Maka dari itu masyarakat mengadakan pementasan wayang kulit semalam suntuk agar terhindar dari dampak yang negatif adanya Umbul Tersebut. Hal itu juga dilakukan pada tahun 2010 yang lalu. Setelah dalam beberapa tahun air umbul Langse itu mengering kemudian pada tahun 2010 itu mengalir kembali dengan mata air yang lebih deras. Seperti sudah kebiasaan dari nenek moyang dahulu agar setiap beberapa tahun sekali di suruh adakan pementasan wayang. Hal itu kami lakukan beberapa tahun silam. Terbukti sampai saat ini Umbul air Lebak sangat bermanfaat dan bisa mengalir deras dan dapat mengairi beberapa Desa disekitarnya antara lain, Silem, Kopen dan Nepen sendiri”.
3.    Tanggapan Masyarakat sekitar tentang prestasi renang siswa-siswi SD Negeri 2 Nepen
Pak Marwan (53) yang juga perangkat Desa Nepen dan kantor Kelurahanya persis didepan Umbul Langse itu mengatakan “ Prestasi anak-anak SD Negeri 2 Nepen sangat bagus, dibanding SD Negeri yang lain di Kecamatan Teras, baik dari segi akademik maupun
 yang lainya, terlebih dalam cabang olahraga, dan saya dengar bulan Maret 2012 kemarin berhasil menjuarai POPDA renang tingkat Kabupaten Boyolali dan mewakili Boyolali ke POPDA tingkat Provinsi di Semarang. Tidak hanya tahun ini, dari dulu SD Negeri 2 Nepen itu sering menjuarai lomba renang, baik tingkat Kecamatan, Kabupaten, maupun Provinsi. Hal itu dikarenakan setiap hari anak-anak itu dibina dan dilatih renang di Umbul Langse yang berada tidak jauh dari SD Negeri 2 Nepen itu. Jadi keberadaan Umbul langse itu sangat menunjang sekali dalam pembelajaran siswa terutama dibidang olahraga renang, sehingga bisa berprestasi dan menjadi SD Negeri 2 Nepen yang unggul dalam cabang olahraga Renang. Maka dari itu anak saya juga saya sekolahkan di SD Negeri 2 Nepen, karena anak saya itu juga sangat suka dengan olahraga renang”.




Hal yang sama juga disampaikan oleh Syamsudin (59) yang juga sebagai ketua RT, dan rumahnya tepat disebelah timur Umbul Langse mengatakan “ Umbul Langse sangat membantu warga sekitar dan terlebih juga buat anak-anak sekolah, tidak hanya dari sekolah terdekat bahkan dari Kecamatan lainpun kalau mau berlatih renang ke umbul langse sini, kalau SD Negeri 2 Nepen itu memang sudah lama setiap hari latihan renang disini, bahkan kalau anak-anak sudah pulangpun kalau sore hari mandinya banyak yang ke Umbul Langse sini. Saya berharap kepada Kepala Sekolah atau para guru yang membina olahraga renang disini, anak-anak SD Negeri 2 Nepen agar dibina dengan baik dan latihan yang cukup agar dapat mempertahankan prestasinya, saya dengar sudah sampai Provinsi Jawa Tengah juga, tidak menutup kemungkinan kalau anak-anak SD Negeri 2 Nepen dilatih dan dibina dengan baik bisa menjadi Atlit Nasional. Memang Umbul Langse ini tidak begitu luas sekitar 30 m x 40 m saja, dan disekitar umbul banyak ditumbuhi pohon yang besar, mungkin dengan adanya pohon itu dapat menyimpan cadangan air yang lebih banyak. Dari umbul Langse inilah anak-anak SD Negeri 2 Nepen bisa menunjang prestasinya terutama dibidang olahraga renang hingga ketingkat Provinsi “ ungkapnya.
Kesimpulan pada penelitian ini adalah bahwasanya dengan adanya Umbul Langse yang berada di lebak, Nepen, Teras, Boyolali sangat menunjang sekali dengan prestasi siswa-siswi SD Negeri 2 Nepen, terutama dalam cabang olahraga renang.                                                        



 

LAMPIRAN
Air Umbul Langse melimpah, warga gelar tasyakuran
Jumat, 23/9/2011 | | Dilihat: 7066 Kali

http://www.solopos.com/dokumen/2011/09/umbul-310x232.jpg
Anak-anak mandi bersama di Umbul Langse, Dukuh Lebak, Desa Nepen, Kecamatan Teras, Boyolali. Foto diambil pertengahan Mei 2011. (dok Solopos)
Boyolali  (Solopos.com)–Warga Dukuh Lebak, Desa Nepen, Kecamatan Teras, Boyolali akan menggelar tasyakuran pada Sabtu (24/9/2011) siang besok. Acara tasyukuran ini sebagai wujud syukur warga setempat atas melimpahnya air dari Umbul Langse. Sebab, sejak enam tahun lalu umbul ini mati suri. Namun, beberapa bulan lalu umbul ini mulai mengeluarkan air. “Syukuran ini adalah bentuk rasa terima kasih kepada Tuhan atas anugrah air yang melimpah bagi warga kami,” terang salah satu Tokoh Masyarakat setempat, Jarot saat ditemui wartawan, Jumat (23/9/2011).
Jarot menambahkan tasyakuran dimulai dengan digelarnya ritual pada Sabtu siang. Ritual dimulai dengan dihelatnya salawatan kemudian disusul dengan dawetan yaitu membagikan minuman dawet kepada warga. Bentuk rasa syukur ini berlanjut selepas magrib. Warga lebih dulu mempersiapkan sesaji dan kenduri berupa ayam serta panganan hasil bumi lainnya. “Sesaji ini kemudian dilepaskan atau dilarungkan ke dalam Umbul Langse,” imbuhnya.
Acara dilanjutkan dengan tirakatan yang diikuti tokoh masyarakat, agama serta warga setempat. Menurutnya, tasyakuran ini berlanjut hingga Minggu (25/9/2011) malam.  Sebuah pergelaran wayang menghadirkan Ki Anom Suroto sebagai dalangnya dengan lakon Umbul Sari. Lebih lanjut Jarot menerangkan banyak warga setempat yang sangat diuntungkan dengan keluarnya lagi air dari Umbul Langse. Sebab, sejak beberapa tahun lalu umbul ini tidak mengeluarkan air. Selain itu, ratusan petani baik dari Teras dan Sawit juga ikut mendapat berkah dari sumber air ini.  “Meskipun musim kemarau debit air tetap banyak dan masih bisa mencukupi kebutuhan penduduk,” tandasnya. (rid)


KAMIS PON, 15 MARET 2012          BOYOLALI     SOLOPOS           VII


 
SD Negeri 2 Nepen raih 3 Medali Emas
POPDA Kabupaten Boyolali


(ESPOS)------Kontingen Kecamatan Teras berfoto bersama setelah menang dan menyumbangkan 3 medali emas, 4 medali perak dan 4 medali perunggu pada cabang olahraga renang POPDA tingkat Kabupaten Boyolali di kolam renang Tlatar, Rabu (14/3/2012) pagi.
TERAS (ESPOS)----SD Negeri 2 Nepen memborong 3 medali emas pada Cabang Olahraga renang 50 meter gaya bebas putra, 100 meter gaya bebas putra serta 200 meter gaya ganti perorangan putra yang disumbangkan oleh Alfian ramadhan (10). Siswa kelas V SD Negeri 2 Nepen tersebut berhak mewakili Kabupaten Boyolali ke tingkat Provinsi Jawa Tengah. POPDA Kabupaten Boyolali diikuti oleh pelajar tingkat, SD, SMP, dan SMA se-Kabupaten Boyolali.
     “ POPDA Kabupaten Boyolali 2012 ini lebih baik dari tahun sebelumnya yang diraih oleh kontingen Kecamatan Teras. Karena tahun 2011 yang lalu kontingen Teras hanya mampu meraih 1 emas pada cabang olahraga renang, akan tetapi POPDA tahun 2012 ini kontingen Teras mampu menyumbangkan 3 medali emas dari cabang olahraga renang, sehingga berhak mewakili Kabupaten Boyolali ketingkat Provinsi Jawa Tengah” ujar Drs. Wayan Sudha, ketua kontingen Kecamatan Teras. Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Sekolah SD Negeri 2 Nepen Drs. Suripto ketika ditemui Espos dilokasi.
     “Saya merasa bangga dengan pencapaian anak didik kami yang bisa menyumbangkan 3 medali emas pada cabang olahraga renang dalam POPDA tahun 2012 ini, sehingga bisa melaju ke tingkat Provinsi Jawa Tengah. Saya berharap agar latihanya ditingkatkan lagi sehingga diharapkan mampu meraih medali emas pada tingkat Provinsi Jawa Tengah nanti yang tidak akan lama lagi akan digelar di Semarang.” tuturnya.       yms
     




Pencarian bakat renang oleh guru, Kamis (15/12/2011) ( dok. Sekolah )

Pencarian bakat renang oleh guru, Kamis (15/12/2011) ( dok. Sekolah )

Umbul Langse Lebak sedikit mengeluarkan air, Setelah 6 tahun mati suri, Foto diambil, Senin (28/3/2011) ( dok. Pribadi )

Umbul Langse Lebak sedikit mengeluarkan air, Setelah 6 tahun mati suri, Foto diambil, Senin (28/3/2011) ( dok. Pribadi )


DAFTAR PUSTAKA

Al-Ma’ruf, Ali Imron. 2009.  “ Makalah Metode Penelitian Sastra Sebuah Pengantar”   . Surakarta: FKIP UMS.

Danandjaja. 1991. Folklor Indonesia: Ilmu Gosip, Dongeng, dll. Jakarta: Grafiti.

Iskandar. 2008. Metode Penelitian Pendidikan dan Sosial (Kuantitatif dan Kualitatif). Jakarta: Gaung Persada Press.

Ratna, Kutha Nyoma. 2004. Teori, Metode, dan Teknik Penelitian Sastra. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Sangidu. 2004. Penelitian Sastra: Pendekatan, Teori, Metode, Teknik dan Kiat. Yogyakarta: Unit Penerbitan Sastra Asia Barat; Fakultas Ilmu Budaya UGM.