Minggu, 06 Desember 2015

Menjaga Netralitas

                                       (Dokumentasi) Ilustrasi Aparatur Sipil Negara

Boyolali --- Pesta demokrasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Gubernur, Bupati/Walikota secara serentak sudah didepan mata. Pada tanggal 9 desember mendatang masyarakat di seluruh indonesia hendaknya memilih pemimpin mereka sesuai hati nurani, Jangan hanya karena intervensi atau karena uang mereka menggadaikan diri. Begitu pula dikalangan birokrasi dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang rentan dipolitisasi oleh petahana. Oleh sebab itu sebagai abdi negara yang diikat dengan Undang-undang Aparatur Sipil Negara (ASN) sebaiknya meraka harus mentaatinya dengan tanpa menggunakan alasan apapun. 
Menjaga netralitas oleh Aparatur Sipil Negara itu jangan hanya dijadikan slogan saja akan tetapi harus di implementasikan sesuai dengan aturan yang ada. Masyarakat dan pegiat demokrasi bersih harus mengawasi secara menyeluruh pesta demokrasi Pilkada ini. Kita tidak bisa hanya menyerahkan pelanggaran pemilu itu hanya pada Panwaslu atau Bawaslu saja, akan tetapi harus bisa sampai keranah pidana jika fakta dan bukti cukup. Berbagai kalangan berpendapat bahwa " Aparatur Sipil Negara " atau Pegawai Negeri Sipil itu sangat rentan sekali dipolitisasi oleh calon kepala daerah terlebih lagi oleh petahana. 
             Menurut salah seorang PNS yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan bahwa " Pegawai Negeri Sipil atau Aparatur Sipil Negara itu harus netral, Artinya netral itu tidak diperbolehkan memilih seperti TNI/POLRI. Jangan hanya himbauan atau slogan saja netral, akan tetapi masih diperbolehkan mencoblos atau memilih, hal itu tidaklah fair. Memang semuanya harus sesuai aturan, tetapi aturan itu yang membuat Legislatif dan Eksekutif, oleh karena itu harus ada aturan yang jelas bahwa PNS harus netral itu tidak boleh mencoblos, jangan beranggapan karena melanggar demokrasi langsung tapi menabrak juga aturan yang berlaku. Eksekutif dan Legislatif harus jelas sebagai pembuat Undang-undang. Jika sebagai Aparatur Negara harus netral seharusnya tidak memilih, tetapi ikut serta mensukseskan Pilkada atau Pemilihan umum lainya.
Begitulah harapan dikalangan Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang memang meraka menjadi abdi negara secara profesional bukan abdi petahana didalam Pilkada. Netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) harga mati, maka jangan sampai sebagai abdi negara malah menjadi orang yang memobilisasi massa atau malah menjadi aktor intelektual keresahan masyarakatnya. Mari kita bersama-sama mensukseskan Pesta Demokrasi Pemilihan Kepala daerah (Pilkada) serentak secara langsung dengan elegan dan bermartabat sehingga menghasilkan pemimpin yang negarawan untuk kepentingan dan kemajuan masyarakatnya. Maka antar para pendukung pasangan calon sebaiknya jangan saling memprovokasi agar suasana lebih kondusif dan aman. Seperti ungkapan filosofi jawa "Ngluruk Tanpo Bolo, Menang Tanpo Ngasorake, Sekti Tanpo Aji-Aji, Sugih Tanpo Bondho"
(Berjuang tanpa perlu membawa massa; Menang tanpa merendahkan atau mempermalukan; Berwibawa tanpa mengandalkan kekuasaan, kekuatan; kekayaan atau keturunan; "Kaya" tanpa didasari kebendaan). # Sani

Rabu, 25 November 2015

Guru Mulia Karena Karya

Pjs. Bupati Boyolali Dra. Sri Ardinigsih menjadi Inspiktur upacara hari guru nasional dan HUT PGRI ke-70 Kabupaten Boyolali, Rabu (25/11/2015).


(TERAS) ---- Pelaksanaan puncak hari guru nasional dan HUT PGRI ke 70 Kabupaten Boyolali tampak berbeda dari tahun sebelumnya. Pada tahun lalu puncak acara hari guru nasional dan HUT PGRI di laksanakan di Kota Boyolali, sedangkan pada tahun ini puncak peringatan hari guru nasional dan HUT PGRI ke 70 Kabupaten Boyolali dilaksanakan di Lapangan Kecamatan Teras. Diantara tamu undangan yang hadir yaitu dari Forum komunikasi pimpinan daerah (Forkompinda) antara lain Kapolres Boyolali AKBP. Budi Sartono, SIK, M.Si serta Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Kecamatan Teras dan Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) se-Kabupaten Boyolali. Bertindak sebagai inspiktur upacara Pjs. Bupati Boyolali Dra. Sri Arniningsih. Dalam amanatnya “ hendaklah guru menjadi panutan yang baik bagi anak didiknya, dan memanfaatkan tunjangan profesi yang diperolehnya untuk meningkatkan kompetensinya serta sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) hendaklah bersikap netral dalam pesta demokrasi seperti Pilkada yang akan berlangsung 9 desember mendatang”. 
Pada kesempatan itu diberikan pula hadiah lomba kejuaraan Pekan olahraga dan seni (Porseni) PGRI Kabupaten Boyolali oleh Pjs. Bupati Boyolali Dra. Sri Ardiningsih kepada siswa SDN Mojolegi, Teras yang menjadi juara satu lomba Drum Band Sekolah Dasar (SD) tingkat Kabupaten Boyolali.
Sebelum upacara dimulai, puluhan siswa Sekolah Dasar (SD) menampilkan atraksi Drum Band dihadapan para tamu undangan dan peserta upacara. Ada hal yang menarik disaat para siswa menampilkan atraksi Drum Band, ketika seorang Mayoret memainkan tongkatnya, entah panik atau belum siap kemudian tongkat tersebut jatuh di hadapanya sehingga membuat tepuk tangan penonton disertai tertawa kecil. Itulah anak-anak Sekolah Dasar (SD) yang membuat acara peringatan hari guru nasional dan HUT PGRI ke 70 Kabupaten Boyolali semakin meriah. Di tempat yang sama Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Boyolali Abdul Rahman, M.Pd mengatakan “ puncak peringatan hari guru di Kabupaten Boyolali tahun ini memang dipindah ke lapangan Teras dikarenakan Stadion Sonolayu kota Boyolali yang biasanya digunakan upacara sedang tahap renovasi, akan tetapi hal itu tidak mengurangi khidmatnya acara hari guru nasional dan HUT PGRI ke-70 di Kabupaten Boyolali, Selamat hari Guru ” ungkapnya. # Sani

Rabu, 09 September 2015

RATUSAN ANAK SD IKUTI LOMBA MAPSI TINGKAT KABUPATEN BOYOLALI


RATUSAN ANAK SD IKUTI LOMBA MAPSI
 TINGKAT KABUPATEN BOYOLALI



Peserta rebana dari SDN 3 Boyolali saat tampil pada lomba Mapsi tingkat kabupaten Boyolali, Selasa(08/09/2015).
JUWANGI (ESPOS ) ---- Kelompok Kerja Guru Agama Islam Kabupaten Boyolali mengadakan lomba mata pelajaran agama islam dan seni islam (Mapsi) sekolah dasar tingkat kabupaten Boyolali Selasa(8/09/2015). Ketua panitia kegiatan Samidi, S.Ag menyampaikan bahwa “lomba Mapsi ke-18 tingkat Kabupaten Boyolali terdiri dari beberapa cabang lomba antara lain mata pelajaran agama, mocopat islami, khitobah/pidato, tilawah, teknologi komputer, kaligrafi, azan dan rebana. Acara tersebut dilaksanakan di tiga tempat yaitu SDN 2 Juwangi, Lapangan sepak bola Juwangi dan SDN 1 Pilangrejo. Ia menambahkan bahwa lomba ini sebagai media penanaman iman dan taqwa, ilmu pengetahuan dan teknologi serta pembiasaan karakter. Lomba ini diikuti 19 Kecamatan se-kabupaten Boyolali” ungkapnya. Dalam sambutanya Kepala Bidang SD, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Boyolali Agrar Mahadi, M.Pd mengatakan “lomba mapsi kali ini hendaknya sebagai momentum untuk berkompetisi dan menampilkan yang terbaik agar bisa mewakili Boyolali ke tingkat Provinsi, saya berpesan kepada seluruh juri agar objektif dalam menilai sehingga betul-betul yang terbaik dari yang baik” ungkapnya. Lomba Mapsi ini dibuka oleh Kepala Kantor Kementrian Agama Boyolali yang diwakili oleh Kepala seksi Pakis, H. Sauman, M.Ag ditandai dengan pelepasan ratusan balon udara dan tarian jaran kepang oleh ratusan anak sekolah dasar (SD) Selasa(08/09/2015). Salah satu panitia Eksani, S.Pd.I mengatakan bahwa “ lomba Mapsi tingkat kabupaten Boyolali di kecamatan Juwangi kali ini tergolong mewah dan ramai serta menjadi hiburan tersendiri untuk masyarakat sekitar tempat acara ”ungkapnya. * Sani

Selasa, 16 Juni 2015

Belajar dengan alam lewat Out Bond




Siswi menyeberangi jembatan dengan ketinggian 20 meter
 di Dewa Emas, Selasa (16/06/2015)

TERAS ----- Dalam rangka melaksanakan program kepramukaan di SD Negeri 2 Nepen, Teras, Boyolali yang salah satu kegiatanya adalah outing class, Maka siswa-siswi kelas tiga, empat dan lima yang berjumlah 64 orang mengikuti kegiatan Out Bond  di Desa Wisata Kemasan, Sawit, Selasa(16/06/2015). Selain diikuti oleh siswa-siswi kegiatan Out Bond tersebut juga diikuti oleh bapak dan ibu guru, merekapun sangat antusias sekali dalam mengikuti kegiatan tersebut. Kepala SD Negeri 2 Nepen Suparman, S.Pd mengatakan ”Salah satu tujuan dilaksanakanya kegiatan Out Bond di luar sekolah ini adalah agar siswa-siswi dapat belajar kepada alam, dan menghargai alam serta dapat menerapkan Dasa Dharma pramuka yang kedua yaitu cinta alam dan kasih sayang sesama manusia” ungkapnya. Pada acara Out Bond tersebut, siswa-siswi dibimbing oleh puluhan personal trener  yang cukup mumpuni dan merupakan tim dari managemen Desa Wisata Kemasan (Dewa Emas). Menurut salah seorang guru pembina pramuka di SD Negeri 2 Nepen Eksani, S.Pd.I mengatakan bahwa ”Kegiatan Out Bond seperti ini sudah menjadi agenda tahunan, oleh sebab itu kegiatan ini pun diadakan setelah ujian kenaikan kelas selesai, serta dalam mengisi kegiatan menjelang kenaikan kelas. Dengan dilaksanakannya kegiatan seperti ini selain bisa belajar melalui alam juga bisa memupuk kebersamaan sesama warga sekolah”. Ungkapnya. #Sanie

Jumat, 17 April 2015

Mempersiapkan Pendadaran...


                     Eksani, S.Pd.I siap mengikuti Pendadaran di Boyolali, Kamis, (5/03/2015)